MODEL PTK

 MODEL-MODEL PTK


PTK adalah merupakan suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk membenahi dan mengatasi berbagai masalah dalam proses pembelajaran. PTK sendiri memiliki beberapa macam model yaitu :

  1. Model Kurt Lewin
            PTK model Kurt Lewin menggambarkan penelitian tindakan sebagai suatu proses spiral yang meliputi perencanaa, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian tindakan kelas dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu: 
  • Perencanaan (planning)
  • aksi atau tindakan (acting)
  • Observasi (observing)
  • Refleksi (reflecting)
        Langkah di atas dilakukan secara berurutan seperti spiral dan dilakukan dalam siklus. Sementara itu, empat langkah dalam satu siklus yang dikemukakan oleh Kurt Lewin tersebut oleh Ernest T. Stringer (1996) dielaborasi lagi menjadi: (1) Perencanaan (planning), (2) Pelaksanaan (implementing), dan (3) Penilaian (evaluating)

     2. Model Kemmis dan Mc Taggart

        Model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Taggart tampak masih begitu dekat dengan model Lewin. Karena didalam satu siklus atau putara terdiri dari empat komponen seperti yang hanya dilaksanakan oleh Lewin yaitu meliputi : 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Namun setelah suatu siklus selesai dilaksanakan, khususnya sesudah refleksi kemudian diikuti dengan adanya perencanaan ulang atau revisi terhadap implementasi siklus sebelaumnya. Berdasarkan perencanaan ulang tersebut dilaksanakan dalam bentuk siklus tersendiri, demikian seterusnya sehingga PTK bisa dilakukan dengan beberapa kali siklus. 


        Model Kemmis dan Mc Taggart merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan olej Kurt Lewin, hanya perbedaanya pada tahap acting (tindakan) dengan observing (pengamatan) dijadikan sebagai satu kesatuan. Hal ini karena kedua tahap tersebut oleh adanya kenyataan bahwa antara implementasi acting dan observing merupakan dua kegiatan yang tidak bisa dipisahkan (Rochiati, 2008: 66) 

        PTK model Kemmis dan Mc Taggart pada hakikatnya berupa perangkatperangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Keempat tahap meruapakan satu kesatuan dalam siklus.


     3. Model John Elliot

        Model John Elliot bila dibandingkan dengan dua model yang sudah diutarakan di atas, yaitu Model Kurt Lewin dan Kemmis-McTaggart, PTK Model John Elliot ini tampak lebih detail dan rinci. Dikatakan demikian, oleh karena di dalam setiap siklus dimungkinkan terdiri dari beberapa aksi yaitu antara 3-5 aksi (tindakan). Sementara itu, setiap aksi kemungkinan terdiri dari beberapa langkah, yang terealisasi dalam bentuk kegiatan belajar-mengajar. Maksud disusunnya secara terinci pada PTK Model John Elliot ini, supaya terdapat kelancaran yang lebih tinggi antara taraf-taraf di dalam pelaksanan aksi atau proses belajar-mengajar. Selanjutnya, dijelaskan pula olehnya bahwa terincinya setiap aksi atau tindakan sehingga menjadi beberapa langkah oleh karena suatu pelajaran terdiri dari beberapa subpokok bahasan atau materi pelajaran. Di dalam kenyataan praktik di lapangan setiap pokok bahasan biasanya tidak akan dapat diselesaikan dalam satu langkah, tetapi akan diselesaikan dalam beberapa rupa itulah yang menyebabkan John Elliot menyusun model PTK yang berbeda secara skematis dengan kedua model sebelumnya


     4. Model Dave Ebbutt

        Menurut Dave model-model PTK yang ada seperti yang diperkenalkan oleh Elliot, Kemmis dan Taggart dipandang sudah cukup bagus. Akan tetapi didalam model-model tersebut masih ada beberapa hal atau bagian yang belum tepat dan perlu adanya pembenahan. Pada dasarnya Ebbutt setuju dengan gagasan-gagasan yang diutarakan Kemmis dan Elliot tetapi tidak sependapat mengenai beberapa interpretasi Elliot mengenai karya Kemmis. Ebbutt mengatakan bahwa bentuk spiral yang dilakukan oleh Kemmis dan Mc Taggart bukan merupakan cara yang terbaik untuk menggambarkan proses refleksi-aksi (action-reflection).

        Berdasarkan beberapa model PTK di atas yang paling sering dipakai dalam dunia pendidikan adalah model PTK yang dikemukakan oleh John Elliot. PTK model Elliot lebih mudah dipahami dalam pelaksanaanya dengan menekankan pada model spiral yang diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tahapan yang dilakukan oleh PTK adalah terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Keempat tahapan merupakan bagian yang tidak bisa dihilangkan dalam PTK.



DAFTAR PUSTAKA

http://staffnew.uny.ac.id/upload/131569341/penelitian/penelitian-tindakan-kelas-pengertian-prinsip-           karakteristik.pdf 


    http://eprints.umsida.ac.id/4119/1/BUKU%20PTK%20PENUH.pdf

Komentar

  1. Kelebihan :
    1. Materi jelas sumber refrensi dari mananya.
    2. Penampilan blog sudah bagus.
    3. Materi sudah cukup jelas.
    Kelemahan :
    1. Materi ada yang kurang. Misalnya point2nya kurang dijelaskan

    BalasHapus
  2. kelebihan :
    1. materi cukupjelas
    2. sumber referensi belum jelas
    3. tampilan blog bagus
    kelemahan : perlu diberi penejelasan pada point-point

    BalasHapus
  3. Kelebihan:
    Materi yang dipaparkan sudah jelas sehingga mudah di serap dan sumbernya jelas.
    Kekurangan:
    Dalam materi belum ditekankan point nya.

    BalasHapus

Posting Komentar